Duit

Siapa sih orangnya yang tak mau punya DUIT?. Siapa sih orangnya yang tak mau dikasih DUIT lalu Siapa yang berhak mencari DUIT? Apakah ada jaminan anda akan bahagia dengan adanya DUIT?

Banyak orang yang sudah pergi berangkat kerja di waktu subuh dan pulang malam di waktu isya hanya sekedar mencari apa itu duit. Benarkah duit menjadi tujuan hidup kita? Benarkah duit telah memborgol segala aktivitas kita? Sehingga yang ada dalam otak kita hanya duit dan duit?

Duit itu adalah sebuah singkatan yang terdiri dari empat kata kerja, yaitu: D=Doa, U=Usaha, I= Iman, T=Takwa.

Dalam kita beraktivitas setiap harinya, jangan lupa selalu memulainya dengan DOA Ketika anda memulainya dengan doa, maka kehidupan anda hari ini telah tercatat sebagai kehidupan yang bernilai ibadah kepada Allah. Orang yang tak memulainya dengan doa dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya, maka jiwanya akan gersang dan hatinya tak pernah damai. Segala amalnya tak tercatat dalam amal kebaikan. Seperti pasir yang telah terkumpul dan tercerai berai diterpa ombak laut.

Hidup harus dimulai dengan doa. Dengan berdoa kepada Allah, kita berharap segala permohonan kita dikabulkan olehnya. Tetapi benarkan semua doa kita akan dikabulkan? Jawabnya berpulang kepada diri kita masing-masing. Setiap diri yang mendambakan keinginannya berhasil, harus dimulainya dengan doa. Jadi doa sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Kita harus akui, tidak semua doa dapat segera terkabul, tapi kita harus yakin pasti Allah punya kehendak lain.

Pernah lihat anak kecil yang menangis minta dibelikan es oleh ibunya? Tetapi sang ibu tak mengabulkannya? Mengapa sang ibu tak mengabulkan keinginan buah hatinya? Sebab sang ibu tak ingin anaknya sakit setelah minum es itu. Demikian pula dengan doa kita kepada Allah, bila tak terkabul, mungkin ada anugerah besar yang akan kita dapatkan. Bersabarlah!

Ketika doa telah dilakukan, maka USAHA harus sudah dijalankan. Sebab siapa yang berusaha, pasti akan mendapatkan hasil. Usaha ini pun harus diimbangi dengan keinginan kuat dalam membangun karakter diri yang memiliki budi pekerti yang luhur. Mampu melayani sesama dengan sepenuh hati dan fokus kepada pelayanan. Melayani semua dengan penuh kesabaran, dan kerendahan hati.

Orang-orang yang berfokus hanya mencari pekerjaan seringkali malah sulit mendapatkan pekerjaan, namun yang fokusnya melayani akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

Ada juga orang yang berupaya mencari kebahagiaan kemana-mana dengan berfokus memperhatikan dan mencari kesenangan diri sendiri namun kebahagiaan semakin menjauh darinya , bila saja dia mau bersabar untuk memberikan perhatian tulus dan kebahagiaan pada orang lain maka kebahagiaan itu akan mudah datang padanya.

Apa saja yang Anda fokuskan akan tumbuh, maka bila fokusnya adalah pelayanan kebaikan pada sesama dalam usaha, pekerjaan, keluarga dan pelayanan Anda, maka secara pasti keberhasilan, kebaikan, dan kebahagiaan itu akan menjadi bagian dalam kehidupan Anda.

Lihatlah orang-orang yang sukses lahir dan batin, mereka melayani dengan sepenuh hati. Sebab bagi mereka, hadiah utama setelah mereka melakukan kebaikan adalah kebaikan itu sendiri. Oleh karena itu, biasanya usaha harus diiringi dengan AKU (Ambisi, Kemampuan dan Kemauan, dan Usaha keras). Usaha keras adalah kunci dari sebuah kesuksesan hidup.

Ketika Usaha sudah sukses dan lancar rezekinya, jangan lupa dengan IMAN. Sebab banyak orang yang ketika diberikan musibah berupa kesulitan hidup, biasanya mereka sanggup menghadapinya. Tetapi bila ada orang yang diberi anugerah harta yang berlimpah dan diuji Allah dengan kekayaan, belum tentu dia mau menjadi orang yang beriman. Oleh karenanya Iman sangat diperlukan sebagai benteng kekuatan terakhir kita menghalau hawa nafsu yang datang dari dalam diri kita sendiri. Perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu diri sendiri.

Ketika iman telah terjaga, maka kita akan menuju manusia TAKWA. Takwa dalam arti yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar menjalankan perintah dan menjauhi segala larangaan-Nya, tetapi kepasrahan diri untuk senantiasa bersabar, baik dalam berdoa, bekerja, dan berusaha. Ketika takwa telah menyatu dalam diri, maka kita akan menjadi orang yang bijaksana. Bijak dalam bertindak dan matang dalam berpikir. Mampu menata tata rasa, tata pikir, dan tata tindakan yang saling berkolaborasi dan bersinergi sehingga bermanfaat untuk orang lain.

Doa, usaha, iman, takwa (DUIT) itulah yang harus ada dalam diri setiap manusia. Ketika duit telah menyatu dalam kalbu, anda akan menjadi orang bijak yang beruntung. Beruntung dalam segala hal, karena Allah telah memberikan segala kemudahan dan menjauhkan segala kesulitan hidup yang menerpa anda. Percayalah!. Anda akan menjadi orang bijak yang beruntung!

Akhirnya tiada hari tanpa DUIT, dan laksanakan tugas kita yang utama, sebagai khalifah di bumi dan mampu memimpin dirinya sendiri, karena setiap jiwa kelak akan diminta pertanggungjawabannya.

Sudahkah anda mempersiapkannya?